
TUGAS II
TEORI DAN PROSES ORGANISASI
1. Apa yang dimaksud dengan proses komunikas, keseimbangan dan proses pengambilan keputusan dalam teori organisasi Modern!
Jawaban :
• Proses Komunikasi = proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media.
• Keseimbangan = penyeimbangan mekanisme yang dicapai dengan jalan menjaga hubungan Struktural yang harmonis.
• proses pengambilan keputusan =sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif yang mencangkup baik perbuatan pilihan maupun pemecahan.
2. Apa alasan organisasi formal diibaratkan sebagai sebuah kendaraan untuk mencapai tujuan secara bersama?
Jawaban :
Layaknya suatu kendaraan yang memiliki mesin, dan sistem yang membuat kendaraan tersebut berjalan, membawa penumpang sampai ke tempat tujuan. Itupun yang terjadi dalam sebuah organisasi formal. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Dengan begitu, orang-orang yang yang terlibat di dalamnya akan saling berinteraksi, berkomunikasi, berkerja sama dan memberi pengaruh agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan dari organisasi tersebut.
3. Mengapa tidak ada suatu cara desain yang “Ampuh” untuk segala kondisi!
Jawaban :
Karena setiap kondisi memiliki sebab yang berbeda-beda, faktor yang berbeda-beda, yang menyebabkan suatu kondisi itu terbentuk. Dan bentuk kondisi yang tercipta itu memiliki jalan keluar yang berbeda-beda pula, tergantung bagaimana tingkat kesulitan kondisi tersebut. Kita tidak bisa memakai cara yang khusus untuk konsidi yang terbilang umum, karena penafsirannya yang berbeda. Itulah mengapa tidak ada cara yang ampuh untuk segala kondisi.
4. Apa peranan manajer proyek dalam organisasi proyek secara umum?
Jawaban :
Sebuah peranan yang di mana kontruksi nya sangat besar dalam menentukkan keberhasilan proyek dari segi waktu, mutu, keamanan dan kenyamanan yg optimal sehingga dari sisi ini dapat berkembang perusahaan nya tersebut.
5. Bagaimanakah pendapat Scott dan Michell tentang pengertian kata pengaruh, sebutkan contohnya!
Jawaban :
Pengaruh menurut scott dam michell merupakan suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok orang digerakan oleh seseorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yangmempengaruhi.
6. Sebut dan Terangkan Lima sumber atau basis yang diidentifikasikan oleh French dan Roven!
Jawaban :
Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh, dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikologis. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi terhadap orang lain, sedangkan kekuasaan adalah pengaruh laten.
5 sumber atau basis menurut french dan roven:
• kekuasaan balas jasa ( reward power)
• kekuasaan paksaan (coercive power)
• kekuasaan sah (legitimate power)
• kekuasaan ahli ( expert power)
• leluasaan panutan (referent power)
7. Bagaimanakah tipe pendekatan teknik-teknik kreatif dalam pengambil keputusan?
Jawaban :
Tipe pendekatan teknik-teknik kreatif, tipe ini mencoba untuk memanfaatkan semua hal yang tersedia untuk membantu individu dalam pengambilan keputusan kreatif.
8. Bagaimanakah tipe pendekatan teknik-teknik Branstrornirs dan Terangkan?
Jawaban :
Tipe pendekatan teknik Brainstrorming, dikembangkan oleh Alex F. Ocsorn. pada pokoknya teknik ini berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok denganmemberi kesempatan anggota untuk mengemukakan ide-idenya.
9. Apa yang dimaksud dengan proses minat dalam pengambil keputusan?
Jawaban :
Proses minaut dikembangkan oleh Kepner dan Tregoe.
Di sini diterapkan empat proses dasar yang rasional dalam penggunaan dan penyebaran informasi mengenai masalah organisasi yang diterapkan sacara sistematik tentang:
(1) menilai dan menjelaskan
(2) sebab akibat
(3) melakukan pilihan
(4) mengantisipasi masa depan
Oleh karena itu, prosesnya dibedakan menjadi empat tipe :
(1) analisis situasi (pengenalan masalah, pemisahan masalah, penetapan prioritas, dan penempatan)
(2) analisis persoalan (merumuskan, menguraikan, menyaring informasi, menguji sebab yangmungkin dan melakukan verifikasi)
(3) analisis keputusan (merumuskan pernyataan keputusan, menentukan sasaran, mengembangkan dan mengevaluasi alternative, dan menganalisa konsekuensi atau resiko)
(4) analisis persoalan potensial (mengidentifikasi daerah kritis/lemah, mengidentifikasi persoalan potensial menyimpang, mengidentifikasi sebab yang mungkin dan mengidentifikasi tindakan penanggulangan).
10. Apa sebab timbulnya organisasi informasi?
Jawaban :
alasan utama terbentuknya organisasi informal adalah karena adanya kebutuhan-kebutuhan penting yang bersifat manusiawi ( human needs) yang harus dipenuhi dan ternyata tidak dapat dipenuhi oleh organisasi formal.
11. Apakah yang dimaksud dengan “jendela johari” dikembangkan oleh siapa|
Jawaban :
Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Dikembangkan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955.
12. Bagaimanakah maksud dari model teori proses motivasi kerja?
Jawaban :
Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya suatu tujuan tertentu. Atau dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Tujuan dari motivasi ini, jika berhasil dicapai akan memuaskan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.
Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator,diantaranya:
(1) durasi kegiatan;
(2) frekuensi kegiatan;
(3) persistensi pada kegiatan;
(4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan;
(5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan;
(6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan;
(7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan;
(8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.